“BEDHOGAN, Sosok Misterius Yang Ditakuti Anak Kecil”

bedhogan
Bagi mereka yang masa kecilnya di dekade 90an dan dekadeĀ² sebelumnya khususnya di daerah Pemalang, bedhogan adalah sosok yang menakutkan jika mereka bayangkan, terutama bagi anak-anak yang hidup di pedesaan.
Bedhogan adalah penculik kejam yang digambarkan memakai baju ala kadarnya dan mengenakan topi, serta membawa kandi (karung plastik tempat beras) dan sabit/ arit, hampir mirip seperti penampilan pencari rumput dan ada juga yang mirip pemulung. Begitulah kira-kira visualisasi yang dikatakan para orang tua kepada anak-anaknya pada jaman itu jika anaknya hendak bermain di tengah siang.
Konon bedhogan berkeliaran di teriknya siang, incaran mereka anak-anak yang bermain diluar rumah sendirian.
Mungkin bedhogan bila ditela’ah ada sangkut pautnya dengan kata “bedhog” atau “bedhug” yang berarti kata orang pedesaan itu
“waktu dhuhur” atau “tengah siang”, sesuai dengan waktu bedhogan beroperasi.
Ada yang bilang juga, bedhogan akan dengan tega memotong-motong tubuh korban dan lantas memasukannya kedalam karung.
Atas dasar apa bedhogan menculik anak-anak, masih tanda tanya.
Dikarenakan belum ada cerita tentang bedhogan yang meminta sejumlah tebusan.
Ada mitos yang menyebutkan kalau bedhogan mencari korban untuk dijadikan tumbal.
Cerita ini memang membuat orang tua berhasil membujuk anak-anaknya untuk mengurungkan niatnya bermain.
Apakah ini sebuah trik supaya anaknya tak bermain di teriknya siang? bisa jadi.
Mungkin orang tua takut anaknya sakit karena berpanas-panas ria.
Apa karena kasus bedhogan ini pernah terjadi?
Entahlah, yang pasti sebagai orang tua harus waspada dan khawatir kepada buah hatinya.
Apa orang tua anda pernah berbicara kepada anda tentang BEDHOGAN?

sumber gambar : Google

“JIPIN, Salah Satu Kesenian Pemalang Yang Telah Lama Punah”

Ludruk saudara jauh Jipin
Apa anda tau JIPIN? Mungkin jika anak muda jaman sekarang ditanya soal seperti itu pasti jawaban mereka: “apa itu? gak tau, makanan apa itu? au ah gelap!”
Tapi jika orang tua terutama yang sudah kakek-nenek pasti sebagian besar TAHU!! terutama di sekitar kecamatan taman.
Sebenarnya apa itu Jipin? Jipin adalah drama tradisional yang berkembang disekitar jaman kemerdekaan hingga tahun 70an, terdiri dari para pemain dan diiringi musik gamelan.
Pementasannya dilapangan terbuka/dihalaman rumah orang yang mempunyai hajat/syukuran dan menanggap hiburan Jipin. Tak jarang jipin dapat panggilan hingga keluar kota.
Biasanya drama tradisional yang diceritakan adalah cerita-cerita rakyat seperti bawang merah bawang putih, ande ande lumut dan lain sebagainya.
Ceritanya, biasanya diselingi dagelan/humor. Tapi tak jarang penonton di buat menangis karena dicerita yang dipentaskan begitu sedih (contoh: ketika bawang putih yang dianiyaya ibu tirinya).
Jipin mempunyai kesamaan dengan Ludruk (drama kesenian khas jawa timuran) yaitu :
-pemainnya laki-laki semua.
-diiringi musik gamelan.
-mengangkat cerita rakyat dan kehidupan sehari-hari.
Seiring perkembangan jaman, Jipin kian menghilang dan sepi job.
Dengan adanya hiburan yang lebih modern, serta semakin berkurangnya orang yang mau menekuni kesenian ini.
membuat kesenian Jipin hilang ditelan jaman.
Terima kasih ibu, terima kasih (alm)bapak, dan terima kasih (alm) kakek penulis.
yang telah mengenalkan penulis dengan Jipin, meski hanya cerita.

Sumber gambar : Google

“Dysdercus-cingulatus” dimana mereka?

Bapa Pucong
Apa itu Dysdercus-cingulatus? mungkin nama itu begitu asing ditelinga kita, tapi tahukah anda jika hewan ini mungkin pernah anda siksa pada waktu kecil? yap, BAPAPUCONG! Hewan yang sangat unyu dan menggemaskan untuk disiksa ini dulu sangatlah banyak populasinya.
Biasa ditangkap untuk dijadikan mainan dengan cara dilemparkan keatas dan terbang dengan sendirinya (biasanya jenis bapapucong jantan).
Tak jarang juga hewan ini ditemui sedang melakukan MAKING LOVE seperti pada gambar.
Ada juga teman kecil penulis yang gemar menyuntik hewan ini dengan air hingga pecah! (penyiksaan berat šŸ˜¦ )
Hewan yang hidup didedaunan hijau ini sekarang sulit ditemui dan hampir tidak ada populasinya di Pemalang terutama di daerah Kabunan. Padahal dulu disitu adalah gudangnya.
Menurut anda apa yang membuat hewan ini punah?

Sumber gambar : Google